Tips untuk Menjadi Seorang Wanita Technopreneur

Share it:
Dunia entrepreneur secara umum dan technopreneur secara khusus tak hanya bisa dijalankan oleh para pria. Hal ini pun bisa dilakukan oleh seorang wanita. Saat ini, banyak bermunculan para technopreneur yang dulunya bahkan mereka tidak mengira bakal berhasil sukses di dunia barunya yang sama sekali asing. Salah satunya adalah Stephanie Chai yang memutuskan untuk terjun di dunia technopreneur dan membangun TheLuxeNomad.com.  Pada peringatan Hari Perempuan Internasional yang dirayakan pada awal bulan ini, Stephanie Chai pun menceritakan mengenai lika-liku hidupnya semenjak menjadi seorang technopreneur. Terlebih dunia tersebut adalah dunia baru bagi seorang Stepanie yang dulunya merupakan seorang host acara TV dan foto model. Dunia di mana dia sangat asing dengan akronim seperti “SEO”, “CTR”, “SEM”, ataupun “RoR”.

Stephanie pun membeberkan lima tips yang bisa dijalankan oleh para perempuan lainnya di dunia tentang bagaimana menjadi seorang technopreneur. Berikut ini adalah lima tips menjadi technopreneur ala Stephanie Chai.



1. Laut yang tenang tak membuat seseorang menjadi pelaut yang handal. Bersiaplah terhadap tantangan! Hal ini akan menjadi jalan hidup Anda. Pada saat mengawali menjadi seorang technopreneur, terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi oleh Stephanie. Di antaranya adalah seorang teman yang ingin menjadi partner tapi menolak meninggalkan pekerjaannya, dan akhirnya mereka pun harus berpisah. Selanjutnya, dia juga mempunyai kesulitan untuk menemukan seorang developer yang tepat. Tak jarang, dia dan timnya harus mencari lagi seorang developer baru dan harus memulai segalanya dari awal.

2. Funding. Secara umum, investor akan berpikir ulang jika menginvestasikan uangnya kepada bisnis yang dikelola oleh perempuan. Alasan utamanya karena perempuan kemungkinan besar akan menikah dan mempunyai anak.

3. Memilih investor yang tepat hampir sama dengan membina hubungan asmara. Anda harus memilih sosok yang tepat untuk berbagi yang mempunyai visi serta nilai yang sama dengan Anda.

4. Anda butuh keluarga dan teman. Ketika kondisi makin keras, tidak ada yang lebih berharga dibandingkan menghubungi keluarga atau teman sekedar untuk sharing ataupun curhat. Ada banyak waktu di mana Stephanie ingin menyerah, tapi sahabatnya mengatakan untuk jangan berhenti. Kita hanya seorang manusia, ingat Anda tidak bisa melakukan semuanya sendiri.

5. Pilih orang yang bisa Anda percaya. Ide hanya memberi peran 50 persen dalam kesuksesan, sisanya bisa dilihat dari bagaimana pada saat melakukan eksekusi. Untuk melakukan hal tersebut, Anda butuh sebuah tim. Dia pun menceritakan pengalamannya saat menjalankan TheLuxeNomad.com. Di situ, Stephanie pun mengatakan bahwa memanage orang adalah skill yang sangat penting. Dia pun mengatakan kalau kita tidak boleh berasumsi bisa merekrut beberapa lulusan ivy league (sebutan untuk universitas ternama di Amerika seperti Yale, Harvard, Princeton, Cornell dan lain-lain) dan mengubah kondisi kantor dalam seminggu. Sebagai founder atau CEO, Anda harus secara konstan memotivasi dan memimpin. Karena, jika hal tersebut mudah, semua orang akan melakukannya.

Stephanie pun mengatakan bahwa sebagai seorang perempuan yang ingin hidup mandiri dan menjadi technopreneur untuk tidak takut dalam melepaskan sesuatu. Jangan pula memiliki sikap yang mudah menyerah. Lakukan semua hal sebaik mungkin, dan dengan sedikit keberuntungan, Sukses bisa menjadi milik Anda.

Link Referensi : http://studentpreneur.co/blog/tips-untuk-menjadi-seorang-wanita-technopreneur/



Share it:

Tips

Post A Comment:

0 comments: